Thursday, July 1, 2021

SEJARAH KEKRISTENAN DI FILIPINA

SEJARAH KEKRISTENAN DI FILIPINA
 I. Pendahuluan Negara Filipina adalah Negara kepulauan yang mayoritas penduduknya memeluk agama Kristen. Negara sebagian besar, batas-batas wilayah negara Filipina ini berbatas perairan dengan wilayah negara lainnya. Ada beberapa faktor yang memperngaruhi dampak kekristenan atau gereja katolik mulai berkembang di negara Filipina ini. tidak sedikit juga penduduk yang memeluk di luar agama Kristen. Dan pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari bagaimana Kekristenan di Filipina. Semoga sajian ini menambah ilmu kita bersama. II. Pembahasan 2.1. Gambaran Umum Situasi, Politik, Sosial, Budaya, dan Agama 2.1.1. Letak Geografis Letak negara Filipina ada di bagian barat perairan Samuderra Pasifik. Ibukota Filipina ada yaitu Manila. Luas wilayah Filipina sebesar 300.000 km persegi dengan total populasi pendudu diperkirakan mencapai 100,9 juta jiwa dan merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak. Negara ini juga dikenal dengan keanekaragaman hayati yang bervariasi serta cadangan alam yang cukup melimpah. Dilihat dari garis lintang dan garis bujurnya, letak astronomis Filipina ada pada titik 4̊ LU-21̊ LU serta 116̊BT-126̊BT. Filipina tidak memiliki batas-batas darat secara langsung dengan negara lain,namun Filipina memiliki banyak batas perairan dengan negara di sekitarnya. Negara Filipina berbentuk kepulauan. Total terdapat sekitar 7.641 pulau yang ada di Filipina yag dapat dikategorikan pada 3 wilayah utama, yakni Luzon, Visaya, dan Midanao. Letak geografis Filipina ada di bagian barat perairan Laut China Selatan. 2.1.2. Pengaruh Letak Geografis Wilayah Pada umumnya negara Filipina adalah negara yang di mana penduduknya mempunyai mata pencaharian dibidang pertanian, pertambangan, dan industri. Kebanyakan penduduk sebagai petani dan banyak juga diantaranya adalah penyewa yang harus membayar dari sebagian besar hasil kepada pemilik tanah. Filipina juga terkenal dengan pertanian padi bukitnya. 2.1.3. Sistem Kepercayaan Tradisional Bangsa Filipina menganut agama Animisme, sehingga belum ada agama yang mendarah dalam daging dalam bentuk kebudayaan yang kuat menentang kekristenan. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan misi Gereja Katolik Roma lebih berhasil di Filipina tempat-tempat Alin di Asia. Orang-orang Filipina adalah orang yang menganut Agama Primitif dengan penyembahan terhadap berhala-berhala. Pada tahun 1380 dan tahun-tahun berikutnya datang orang-orang Melayu dan beberapa orang Arab membentuk kerajaan Islam mula-mula di Jolo dan kemudian di kota Batu yang bernama Siaraf Muhammad kebangsaan. Dari tempat-tempat inilah disebarkan agama Islam sehingga seluruh penduduk gugusan sulu menerima agama ini di sepanjang pantai Mindanao terbentuklah kerajaan-kerajaan Islam. Tetapi suku-suku di pegunungan di pedalaman kebanyakan tinggal menyembah berhala. 2.1.4. Sistem Pemerintahan Tradisional Pada abad ke-16 penduduk Filipina tinggal terpencar-pencar di daerah pedalaman dengan diikat oleh pertalian keluarga. Ada pusat pemerintahan di pulau-pulau Utara meski setiap daerah dibawah penguasa setempat agama Islam sudah masuk kepulau-pulau selatan pada abad ke-15, sehingga telah berdiri beberapa kesultanan Islam. Pada abad ke-16Agama Islam telah masuk dan sampai ke Manila namun pengaruhya di daerah utara belum kuat. Sebelum penjajahan Spanyol mayoritas orang Melayu di kepulauan itu belum pernah dipersatukan di bawah pemerintahan tunggal. Mereka hidup beratus-ratus kepala suku setempat, mereka bahkan tidak dapat saling berkomunikasi karena mereka tidak bertutur bahasa yang sama. Kepulauan ini boleh jadi tidak akan pernah bersatu seperti konfigurasi politiknya sekarang kalau tidak karena kenyataan bahwa mereka justru dipersatukan oleh pemerintahan kolonial Spanyol. Sehingga nantinya dibawah kekuasaan Spanyol mayoritas orang Filipina menganut agama Katolik. Orang-orang yang bukan Kristen menganut animisme tepatnya tinggal berada di pegunungan-pegunungan dan orang-orang Islam berada di Moro dibagian selatan. Lebih dari 200 perlawanan terhadap pemerintahan Spanyol terjadi antara tahun 1565 ketika Spanyol mendirikan pemerintahan tetap di pulau itu. Ferdinand Magelan meyakini kepulauan ini bagi Spanyol pada tahun 1521, tetapi ia terbunuh oleh seorang pejuang yang mencoba mengusir para pengalau. 2.1.5. Bahasa Penduduk Pribumi Masyarakat Filipina mereka berbicara dalam rumpun bahasa Austronesia. Kebanyakan mereka berbicara dalam bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, tetapi bahasa resmi yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat Filipina adalah Tagalog. Tetapi juga digunakan bahasa Filipina, dan Spanyol. 2.2. Perkembangan Kekristenan di Filipina Di Negara Filipina pada abad ke 15 telah masuknya agama Islam dan menyebar ke Filipina. Dan pada sekitar abad 16 Spanyol membawa agama Kristen Khatolik, sehinga tidak terlalu menyebarnya agama Islam menyeluruh di Filipina. Pada tahun 1519 Ferdinand Magelan menyusuri pantai timur Amerika Selatan menuju ke selatan dan mengarungi lautan teduh. Pada bulan Maret 1521 Ia sampai di Filipina dan mengambil Pulau ini menjadi milik Raja Spanyol. Pada tahun 1521 pekabaran Injil datang di Filipina yang dibawa oleh para penginjil dari Spanyol. Pendekatan misi Katolik yaitu kepandaian berdiplomasi, di tambah kekerasan senjata, berhasil menguasai daerah bagian utara. Dengan cara menggunakan kekerasan yang dilakukan dalam usaha mereka untuk mengkristenkan masyarakat Filipina. Ketika Ferdinand Magellan sampai di Filipina mereka disambut baik oleh Raja Humabon di pulau Cebu dan pelayanannya menghasilkan sejumlah warga istana dibabtis. Pada saat para Misionaris sampai kepercayaan penduduk setempat terhadap agama Islam tidak dapat tergoyahkan meskipun bangsa Spanyol telah sampai pada abad ke-16. Tetapi dengan upaya dan kerja keras yang dilakukan oleh para Misionaris mereka berhasil mengubahkan keyakinan mereka terhadap ajaran Islam, bahkan setelah itu akhirnya penduduk Filipina beragama Katolik. 2.3. Karya Zending dan Perkembangan Kekristenan 1. Bidang Penginjilan Dalam pelaksanaan penginjilan yang dilakukan di Filipina di lakukan pembagian beberapa wilayah misi; tiap wilayah dibagi satu ordo, di mana hal ini dilakukan agar dalam menjalankan misi tidak ada persaingan. Dalam hal ini dibuat sistem reduccion (transmigrasi) di mana mengumpulkan orang-orang dari berbagai desa untuk menetap dalam kota agar mereka lebih gampang di ajarkan Iman Katolik. Pedro chirinho mengadakan katekisasi setiap pagi, di mana ia mengajar anak-anak terlebih dahulu dan kemudian mengajarkan dewasa. Para rahib Spanyol yang diutus ke Filipina adalah sebagai tenaga misi dan sesudah suatu daerah menjadi Kristen cara terbaik untuk pendewasaan Jemaat adalah menyerahkan kepemimpinan dan pengembalan Pastor kepada Jemaat, agar penginjilan juga dapat dilakukan dan diteruskan ke tempat lain. Namun dengan proses kristenisasi terkadang para penginjilan spanyol dengan kekerasan senjata dalam usaha mengkristenisasikan, kristenisasi ini dianggap kelanjutan dari pada perang salib. Tahun 1581 dilaporkan bahwa 400.000 orang sudah dibaptis. Setelah kedatangan bangsa Amerika penginjilan bertambah pesat, salah satunya adalah dalam upaya menerjemahkan Alkitab kedalam bahasa Filipina. Amerika sendiri pun mengirim para Misionaris ke Filipina. Berkat usaha yang dilakukan oleh para misionaris terlahirlah Gereja-gereja di Protestan di Filipina. Yaitu misalnya “The United Church Of Manila (Persatuan Gereja Manila)”. Lalu di ikuti dengan berdirinya “Evangelical Church Of The Philippines (Kesatuan Gereja evengelis di Filipina)”, dan masih ada banyak lagi yang telah didirikan. Beberapa suku secara keseluruhan dan bagian dari pada suku-suku telah menjadi orang Kristen, misalnya: suku Davao Bagobos melalui pelayanan Christian and Missionary Alliance, Suku Pahlawan melalui misi New Tribes dan suku Binokidm. Bagaimana pun pendekatan orang protestan pada umumnya bersifat ekskratif (menekankan pertobatan secara pribadi lalu pembaptisan). 2. Bidang Kebudayaan Dalam menjalankan misinya para misionaris mempelajari bahasa Filipina yang agak beda di tiap-tiap pulau. Chirino yang berasal dari Ordo Yesuit memakai nyanyian-nyanyian tagalog tradisional sebagai tradisional sebagai sarana dalam mengajarkan Iman Katolik. Ia menyesuaikan diri sejauh mungkin dengan adat-istiadat Tagalog. Namun di lain sisi ia dengan tegas menyuruh orang-orang yang telah menjadi Kristen menghancurkan patung-patung dan perlengkapan kuasa-kuasa roh, supaya jelas pemisahan diri dengan kepercayaan lama. Lebih lanjut Ia melaporkan banyak muzijat dan banyak orang disembuhkan melalui pelayanannya di Taytay. Perkembangan Gereja di daerah kepulauan Utara mengalami gerakan massal dan hampir seluruh jemaatnya menjadi Kristen. 3. Bidang Ekonomi Dalam meningkatkan kehidupan masyarakatnya metode yang mereka ajarkan kepada masyarakat dan penduduk di Filipina adalah dengan melakukan pertanian, pembajakan, dan Irigasi. 4. Bidang Kesehatan Perhatian para Misionaris terhadap kesehatan para masyarakat setempat tidak luput dari perhatian mereka. Di mana disana juga dibangun rumah sakit, dan bahkan Amerika sendiri juga membentuk sebuah badan kesehatan yang di sebut dengan “Philipence Health Service”, dan itu terjadi setelah Amerika datang ke Filipina. 5. Bidang Pendidikan Dalam bidang pendidikan para Missionari mendirikan sekolah-sekolah yang berbahasa spanyol. Kaum Dominikan di Manila mendirikan Univ Santo Thomas diantara tahun 1645-1735, telah belajar 13.000 mahasiswa untuk bidang Filsafat dan lebih dari 2000 orang untuk belajar bidang Theologia. Pada tahun 1750 ada 4 perguruan tinggi di Filipina yang mendidik calon Pastor Filipina. Pada tahun 1906 di dirikan sekolah Industri di kota Jaro tengah yang kemudian berkembang menjadi sebagai Univ Filipina tengah yang didirikan oleh misi baptis. Pada tahun 1907 Misi Presbiterian mendirikan sekolah tinggi theologia bersatu (Union Theological Seminary) di Manila. Frank C Laubach adalah Misionaris yang memiliki peran yang cukup besar dalam memajukan bidang pendidikan, ia bekerja di Mindanao Utara dimana ia mengajar membaca, dan menulis kepada orang yang buta huruf, dan melalui karya ini membawa dampak besar bagi negara Filipina dan buta huruf. 2.3.1. Dampak Karya Zending Ke Filipina 1. Bidang KeGerejaan dan Kehidupan Rohani Ketika para missionaris datang dan para kaum pelayan Gereja Katolik disambut baik, dengan para masyarakat dan para kaum Raja. Pada tahun 1594 banyaknya masyarakat yang dibaptiskan. Dampak kekalahan Spanyol dari Amerika Serikat pada tahun 1897 menjadikan peluang bagi zending Protestan masuk dan mengambarkan Injil kepada penduduk bumi. Sasarannya adalah orang Islam Filipina dan penganut Agama suku. Di bawah pemerintahan Amerika, gereja Khatolik dibubarkan sebagai Agama negara, tetapi memberikan Zending Protestan lebih banyak kesempatan untuk masuk pulau – pulau di Filipina. Tokoh Zending Protestan adalah “Charles H. Brent ” (Gereja Episkopal Barat) 1963 berdiri NCCP (The National Council Of Churches / Dewan Gereja – Gereja di Filipina). 2. Bidang Sosial-Ekonomis Dalam bidang sosial-ekonomi para Misionaris memakai metode-metode pertanian yang diajarkan, maka hal itu juga yang meningkatkan kehidupan masyarakat. Kemudian adanya dua pengelompokan sosial yang dibentuk yaitu 1. Yang dibaptis dan ditaklukkan sebagai orang Katolik 2. Kelompok yang tak pernah ditaklukkan dan tetap pada kepercayaan yang asli. 3. Bidang Budaya/adat Istiadat Agama katolik yang membuat bangsa Filipina lepas dari tambatan budaya asli mereka. Yang menjurus akan terjadinya Krisis jati diri saat ini. 2.3.2. Faktor-faktor penghambat dan pendorong Kekristenan 1. Faktor Penghambat a. Terbatasnya kaum rohaniawan yakni para kaum Padri. b. Kurangnya alat trasfortasi dan alat komunikasi. c. Penguasaan tanah yang luas oleh gereja. d. Letak geografis, banyaknya pulau-pulau dan gunung-gunung yang menjulang tinggi menyebabkan banyaknya daerah yang terisolasi dan susah untuk didatangi oleh para Misionaris. 2. Faktor Pendorong a. Para Misionaris melakukan pekabaran injil dengan sungguh-sungguh merupakan motivasi utama bagi penjajahan Felipe II. b. Adanya pendirian perguruan tinggi di Manila yang bertujuan untuk mendidik calon Pastor. c. Dalam hal pekabaran injil tiap-tiap ordo mempunyai wilayah yuridis agar tidak bersaing. d. Agama Islam belum terlalu menyebar ke seluruh wilayah Filipina, sehingga penyebaran Injil masih mempunyai peluang. 2.3.2.1. Faktor Pendorong Kekristenan Katolik Roma di Filipina Kekristenan yang pertama masuk dan berkembang di Filipina adalah Katolik Roma. 1. Spanyol menguasai negara ini sejak abad ke 16 yang menerapkan sistem padroado mengkristenkan penduduk. 2. Sejumlah lembaga misi Khatolik seperti Ordo Fransiska, Domikan, dan Ordo Yesus mengutus missionarisnya dalam jumlah besar ke Filipina, 3. Menetapkan Manila sebagai suatu kesukuan. 4. Wilayah Filipina di bagi atas beberapa distrik penginjilan oleh ketiga Ordo tersebut. 5. Mendirikan biara – biara (tempat latihan rohani para imam). 6. Mendirikan sekolah – sekolah Katolik. 2.3.2.1. Faktor Utama dalam Pengembangan Protestan di Filipina 1. Gerakan nasionalisme, pemuda Kristen di Filipina untuk mendorong kemandirian Gereja Protestan Pribumi Nasional tahun 1926 2. Diterapkanya kebebasan beragama pada konstitusi 1987, untuk itu Gereja dan negara dipisahkan. 2.3.3. Peran Tokoh Kristen Pribumi 1. Bidang Penginjilan Dalam bidang pekabaran injil Paulino Zamora seorang tokoh yang mengembangkan Protestanisme. Ia sempat mendapat sebuah Alkitab dari kapten kapal yang kemudian Ia sangat tertarik membaca Alkitab sehingga lewat itu Ia sempat berhubungan dengan tenaga Lembaga Alkitab. Mereka juga melakkan pekabaran injil lewat siaran radio (1990), dan juga gereja-gereja berkembang. Masyarakat pribumi dan para kaum-kaum awam dibentuk dalam sebuah kelompok yang dipimpin oleh para pendeta-pendeta yang bertujuan untuk memahami Alkitab di keluarga Kristen dan juga berhasil meningkatkan pembaharuan di kalangan gereja di Filipina. Tokoh kekristenan Filipina abad 20adalah • Emerito Nacpil Misi sebaiknya dipahami berasal dari Allah (Missio Dei) bukan misi gereja. Misi Allah adalah sesuatu yang bersikap inklusif bukan hanya sebatas pelayanan dalam gereja. Dengan kata lain, misi berusaha untuk menjangkau berbagai permasalahan yang terjadi dalam dunia termasuk medernisasi. Nacpil merumuskan teologi misinya dengan aspek pembebasan, partisipasi, dan pengharapan. • Eleazer S. Fernandes Teologi yang ia kemukakan dikenal dengan teologi perjuangan. Teologi perjuangan adalah simbol atas usaha melepaskan diri dari penindasan yang menyebabkan penderitaan dan kemiskinan. Perjuangan menurut Eleazer adalah perjuangan untuk membebaskan demi sebuah identitas, mimpi dan perubahan. 2. Bidang Pendidikan Dalam bidang pendidikan Paulino juga mengembangkan sekolah-sekolah tinggi Teologia. Banyaknya orang-orang yang mengikuti program pendidikan agresif melalui sekolah Alkitab di provinsi Negros sebelah barat. III. Kesimpulan Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa sebelum Agama Kristen masuk ke Filipina, sistem kepercayaan yang dianut bangsa Filipina adalah Animisme. Gereja Katolik Roma masuk Filipina bersama dengan penjajahan Spanyol yaitu pada abad ke 16 dan berkembang di bagian Utara. Setelah kedatangan bangsa Amerika ke Filipina, para pekabar Injil Amerika masuk ke kepulauan ini, karena Bangsa Amerika juga memiliki semangat yang tinggi dalam mengambarkan Injil. Perkembangan Kekristenan yang sangat pesat ini tidak terlepas dari semangat yang tinggi dari para Zending dalam mengabarkan Injil.Dan pada akhirnya Negara Filipina menganut berbagai macam aliran gereja baik dari protestan maupun dari Katolik. IV. Daftar Pustaka Butwell, Richard, Negara dan Bangsa, (Asia), Jakarta: Glorier International, 2000. Carles, P. Romulo, Filipina dalamNegara dan Bangsa Jilid 3, Jakarta: Widyadara, 2000. Culver, Jonathan E., Sejarah Gereja Asia, Bandung: Biji Sesawi, 2014. E.Hoke, Donald, Sejarah Gereja Asia Volume 2, Malang: Gandum Mas, 2002. Latourette, Kenneth Scott, A History Of Christianity Vol II, London: Harper and Row Publisher, 1975. Ruck, Anre, Sejarah Gereja Asia, Jakarta: BPK-GM, 2013. Wolterbeek, J.D, Gereja-gereja di negeri-negeri Tetangga Indonesia, Jakarta : BPK-GM 1959. V. Sumber Lain http://www.haruspintar.com/letak-geografis-filipina/ dikutip tanggal 18 April 2021 pukul 16.12 WIB.

No comments:

Post a Comment

Kitab Yesaya

Kitab Yesaya I.  Pendahuluan Diantara kitab nabi-nabi, kitab Yesaya tidak hanya merupakan kiab yang terpanjang. Disini kita akan me...